AKIYO CANDY

AKIYO CANDY
STAMINA & VITALITAS

shopping online

shopping online
produk MLM bermutu

Senin, 05 Juli 2010

10 Mitos Seks Wanita

Seksualitas pada wanita menjadi bahan perdebatan, tak terkecuali mitos-mitosnya. Ketahui pasti idan kupas faktanya, yuk!Mitos: Gairah seks wanita lebih kecilFakta: Tidak benar, kalaupun iya, ini hanya terjadi pada wanita yang menderita disfungsi seksualTidak bergairah terhadap seks merupakan salah satu gejala disfungsi seksual. Gejala lain adalah tidak mampu mencapai orgasme, dan rasa sakit saat berhubungan intim. Selain itu, ada beberapa faktor lain yang bisa mengurangi atau menurunkan gairah seks wanita. Yang jelas, sepanjang wanita sehat, maka gairah seksualnya akan sama seperti pada pria, kok. Barangkali yang berbeda adalah caranya. Pria lebih terbuka mengungkapkan perasaan dan keinginannya, sementara wanita lebih tertutup dan cenderung menunggu.

Mitos: Seks tidak penting!Fakta: Meski bukan yang utama, seks masuk hitungan prioritasSeks tidak penting? Tidak sepenuhnya benar. Yang jelas, seks juga termasuk salah satu prioritas wanita, meskipun bukan yang paling utama. Buat wanita, seks bukanlah segalanya, apalagi dalam konteks hubungan suami-istri. Wanita cenderung memberi perhatian lebih banyak kepada hal-hal yang berkaitan dengan rasa nyaman, kecocokan, dan kelancaran komunikasi suami-istri. Jadi, seks tetap penting, namun masih banyak juga hal lain yang juga harus diberi perhatian.

Mitos: Orgasme = G-spotFakta: Orgasme tak selalu terjadi karena G-spotMemang benar, setiap wanita memiliki G-spot (Grafenberg Spot). Dan sudah banyak diketahui bahwa G-spot merupakan pusat rangsangan seksual pada vagina. Namun, tidak selalu G-spot itu bisa membuat wanita memperoleh orgasme. Jadi, jangan menjai G-spot sebagai satu-satunya harapan untuk memperoleh kenikmatan. Masih banyak jalan lain ke Roma, masih banyak cara supaya bisa memperoleh kepuasan hubungan suami-istri. Misalnya, melalui foreplay yang intens, sentuhan, komunikasi selama hubungan intim, dan sebagainya.

Mitos: Wanita enggan membicarakan seks karena tabuFakta: Sebagian besar wanita justru lebih sering membicarakan seks daripada priaNgomongin seks? Tabu ah! Tidak benar juga. Bahkan, menurut penelitian sebagian besar wanita terbukti lebih sering membincangkan seks di antara mereka ketimbang kaum pria. Topik-topik yang disukai wanita antara lain, soal penampilan lawan jenis, penyakit menular seksual, rangsangan seksual, dan kontrasepsi yang tepat. Topik lain yang juga menjadi minat wanita adalah soal pengalaman berkencan dan indahnya hubungan yang romantis. Sementara kaum pria lebih suka membicarakan persoalan seks secara umum. Namun, tentu ada juga wanita yang tidak suka membicarakan seks.

Mitos: Wanita etnis tertentu seksnya hebatFakta: Salah! Secara fisik, tidak ada perbedaan pada vagina karena berbeda etnisBanyak mitos seputar kehebatan seputar kehebatan seksual wanita dari etnis tertentu yang beredar luas di masyarakat, dan ini jelas tidak benar.

Mitos itu diantaranya menyebutkan adanya perbedaan vagina dari etnis tertentu, yang membuat aktivitas seksualnya berbeda ketimbang wanita dari etnis lain. Secara fisik, jelas tidak ada perbedaan pada vagina berdasarkan etnis. Kalaupun terjadi perbedaaan aktivitas seksual, bisa jadi itu dipengaruhi oleh nilai dan budaya etnis tersebut.

Mitos: Berfantasi dengan pria lain saat berhubungan seksual, wanita tidak setia Fakta: Wanita tetap setia, membayangkan pria lain hanyalah untuk menaikkan gairah seksual sajaMemang secara umum, wanita tidak biasa memiliki fantasi seks dengan pria lain. Namun, tidak semua wanita dapat menerima kondisi 100 persen pasangannya. Berfantasi dengan pria lain sebenarnya hanya untuk membuatnya lebih bergairah, sehingga ia tetap setia.

Mitos: Vagina kering lebih okeFakta: Vagina kering membuat perempuan tidak nyaman melakukan hubungan intimJustru vagina yang kering selama hubungan intim bisa membuat wanita merasa sakit dan tidak nyaman. Secara alamiah, vagina akan mengeluarkan cairan. Cairan inilah yang menjadikan vagina basah selama proses hubungan seks. Vagina kering justru mengindikasikan bahwa wanita belum siap untuk melakukan hubungan intim.

Mitos ini sangat kuat pengaruhnya, sehingga kemudian muncul produk-produk jamu dan kesehatan yang menawarkan jaminan vagina akan tetap kering.

Mitos: Orgasme lewat penetrasi penisFakta: Perempuan lebih sering mendapat orgasme lewat alternatif lainHasil penelitian menunjukkan, hanya sedikit persentase wanita yang sering mengalami orgasme melalui penetrasi penis ke vagina. Sisanya, wanita lebih sering memperoleh orgasme melalui hal-hal lain di luar penetrasi penis. Misalnya, sentuhan pada klitoris, foreplay yang intens, dan sebagainya.

Mitos: Penis panjang menjadi jaminanFakta: Ukuran tak selalu menjadi jaminan kepuasanIni mitos yang sangat sering kita dengar dan sama sekali tidak benar. Jika menyangkut dimensi, maka fakta yang muncul adalah penis yang besar lebih bisa memberi kepuasan ketimbang penis yang panjang. Dengan kelebarannya. Maka penis akan bisa memberi stimulasi di bagian dinding mulut vagina, yang merupakan bagian sensitif pemicu kenikmatan (lokasi G-spot terletak sekitar 4 cm dari mulut vagina). Apalagi, kedalaman vagina juga sangat terbatas. Fakta lain, banyak wanita yang memperoleh orgasme bukan hanya karena penetrasi penis. Jadi, lupakan soal ukuran!

Mitos: Nggak doyan film biruFakta: Wanita bisa-bisa saja suka film biruSalah. Survei tahun 2006 yang dilakukan sebuah universitas terkemuka di AS menunjukkan bahwa aktivitas saraf-saraf otak pada pria dan wanita yang menonton film biru ternyata sama. Artinya, wanita pun menyukai film biru, sepanjang itu demi kepuasan hubungan intim dengan pasangan.

Dengan Merekam, Mereka "Berfantasi"

Rekaman adegan mesum di internet dengan pelaku mirip artis Luna Maya dan Ariel Peterpan mengundang perhatian banyak kalangan.
Kasus ini mengingatkan kita pada video-video mesum sebelumnya yang sempat menghebohkan dan menimpa sejumlah public figure seperti mantan anggota DPR dan sejumlah artis lainnya.Seiring kemajuan teknologi ponsel dan internet, kasus video mesum makin banyak terungkap. Pelakunya pun bisa bervariasi, baik dari sisi usia maupun jabatan atau profesi.Di mata psikolog A Kassandra Putranto, kasus video mesum yang beredar di internet merupakan sebuah fenomena di tengah arus globalisasi yang semakin deras. Dari sudut pandang psikologi, perilaku mengabadikan berhubungan seksual melalui video ponsel merupakan bagian dari dorongan atau fantasi seksual seseorang. "Semua ini berawal dari fantasi seksual. Semua orang pun memilikinya, tetapi tentu bervariasi dari sisi kuantitas maupun kualitas. Ada yang merasa suka, tetapi ada pula yang tidak suka sehingga tak perlu mengabadikannya," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Jumat (4/6/2010).Menurut Kassandra, bagi sebagian orang, aktivitas seksual yang dibumbui acara disorot kamera dapat menjadi kepuasan dan kesenangan tersendiri. Ini tak jauh berbeda dengan dorongan atau fantasi seksual lainnya. "Ini adalah salah satu bagian dari kesenangan," ungkapnya.Dalam dua video mesum berdurasi singkat itu, aktor mirip Luna-Ariel tampak bergantian memegang ponsel untuk merekam aktivitas hubungan badan yang mereka lakukan. Bahkan, pada salah satu adegan, tampak aktor perempuan melakukan oral seks kepada pasangannya. Dari sisi psikologi klinis, perilaku mengabadikan sendiri aktivitas seks bersama pasangan masih termasuk dalam batas yang normal. Menurut Kassandra, perilaku ini belum dapat dikategorikan sebagai penyimpangan atau kelainan seksual. Tetapi, dari sudut psikologi sosial tentu penilaiannya bisa berbeda karena ini berbenturan dengan moral, budaya, dan norma yang berlaku di Indonesia."Secara klinis ini dapat dikatakan masih wajar, tetapi secara psikologi sosial tentu melanggar," imbuhnya.Beredarnya video mesum di internet, kata Kassandra, adalah bukti bahwa pengaruh budaya Barat kini sudah begitu kuat merasuk dalam kehidupan masyarakat. "Dulu kasus-kasus seperti ini tidak ada. Dengan segala kemudahan seperti sekarang ini, fantasi orang menjadi berkembang," ujarnya.

40 Persen Remaja AS Lakukan Seks Bebas

Perilaku seks tanpa ikatan di kalangan remaja Amerika Serikat sepertinya bukan hal yang baru. Suatu riset terbaru yang dirilis lembaga pencegahan dan pengendalian penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) menyebutkan, 42 persen remaja yang belum menikah di AS mengaku pernah melakukan hubungan seks setidaknya sekali. Angka ini, menurut CDC, tidak mengalami kenaikan dibandingkan survei yang sama pada 2002. Fakta lain yang terungkap adalah makin banyak gadis remaja yang menggunakan kalender kesuburan untuk menghindari kehamilan.Sekitar 17 persen gadis remaja yang pernah melakukan seks mengaku menggunakan metode ritme, yakni memilih waktu yang pas untuk menghindari hari-hari kesuburan demi mencegah kehamilan. Angka ini mengalami kenaikan dari hanya 11 persen pada 2002.Fakta lain dari survei itu mengungkapkan hampir 64 persen pria remaja yang pernah ngeseks mengaku senang bila pasangannya hamil dan melahirkan. Angka ini jauh meningkat dibandingkan 2002 yang mencapai 50 persen. Sementara di kalangan gadis, hanya 58 persen yang mengaku sangat terpukul bila mereka hamil.Survei yang dipimpin Joyce Abma, pakar kependudukan dari US National Center for Health Statistics, ini dilakukan dengan cara mewawancarai 1.381 gadis remaja dan 1.386 pria muda berusia 15-19 tahun pada 2006-2008.

Gendut akibat Kurang Hormon?

Kegendutan bisa berdampak pada kehidupan seksual, dan ternyata tidak semua kegemukan dapat diatasi dengan mengatur pola makan. Mengapa? Apa kaitannya dengan kekurangan hormon testosteron?
" Suami berumur 38, saya 35 tahun. Kami sudah menikah selama empat tahun dan belum dikaruniai anak. Suami gemuk sekali, jarang bergairah sehingga kami jarang sekali melakukan hubungan intim. Saya pernah membaca bahwa pria yang gemuk akan mengalami masalah seks dan kesuburan.Pertanyaan saya, apakah karena suami gemuk sehingga jarang bergairah dan saya belum juga hamil? Suami sudah mengatur diet, mengurangi makan, tetapi mengapa masih tetap gemuk? Bagaimana meningkatkan gairah seks suami agar kami bisa lebih sering melakukan hubungan intim?” SE, YogyakartaKenali gejalanya Masalah kegemukan dapat menimbulkan akibat yang merugikan dalam banyak aspek kehidupan. Kegemukan bukan hanya masalah estetika dan hambatan gerak saja, tetapi menyangkut kaitan yang lebih jauh dan serius. Kegemukan bukan hanya soal kelebihan berat badan, melainkan terkait dengan penyebab dasarnya. Kalau kegemukan hanya karena pola makan yang salah, mungkin dapat segera diatasi dengan mengubah pola makan, itu pun tidak selalu mudah. Namun, kalau kegemukan berkaitan dengan gangguan atau penyakit tertentu, tentu saja tidak dapat diatasi hanya dengan mengatur pola makan.Salah satu gangguan atau penyakit yang menyebabkan kegemukan ialah kekurangan hormon testosteron. Kalau terjadi kekurangan hormon testosteron, beberapa gejala muncul. Gejala itu, antara lain, terjadi kegemukan terutama di daerah perut, dorongan seksual menurun atau hilang, ereksi terganggu, mudah lelah, kesuburan terganggu, tidak bertenaga, dan kehilangan gairah hidup. Pada dasarnya, berbagai gejala dan keluhan yang muncul akhirnya mengganggu kualitas hidup.Periksa fisik dan laboratoriumMemang tidak semua orang yang kegemukan mengalami gejala atau tanda seperti di atas. Artinya, walaupun sama-sama mengalami kegemukan, tidak semua mengalami gejala atau keluhan yang sama. Kalau penyebabnya bukan karena kekurangan hormon testosteron, tidak semua gejala di atas muncul.Meski suami Anda mengalami kegemukan, belum tentu merasakan gejala di atas. Namun, ternyata ada gejala yang mengarah pada kecurigaan bahwa suami kekurangan hormon testosteron, yaitu dorongan seksual yang lemah sehingga jarang melakukan hubungan seksual, dan Anda belum hamil yang mungkin karena kesuburan suami terganggu. Untuk memastikan, tentu diperlukan pemeriksaan fisik dan laboratorium. Kalau benar terjadi kekurangan hormon testosteron, suami memerlukan pengobatan hormon.Dari hasil pemeriksaan, bisa ditentukan bagaimana kemungkinan hasil pengobatan terhadap kegemukan, dorongan seksual, kesuburan, dan berbagai aspek lain yang berkaitan dengan kualitas hidup. Ada perbedaan hasil pengobatan antara kekurangan hormon testosteron yang terjadi sejak sebelum pubertas, setelah dewasa, dan pada usia lanjut.Saya sarankan suami Anda segera berkonsultasi lebih lanjut untuk menjalani pemeriksaan. @

Menghangatkan Kembali Hubungan Intim

Bukan hal yang aneh ketika sebuah hubungan yang sudah terjalin lama akan mengalami kebosanan akibat rutinitas. Tak sedikit pasangan yang terjebak dalam hal seperti ini dan pada akhirnya terpaksa berpisah. Padahal, salah satu cara yang bisa mendekatkan kembali dan mengembalikan percikan asmara adalah dengan kembali menghangatkan hubungan intim yang mungkin terasa hambar setelah bertahun-tahun tak ada perubahan. Berikut adalah beberapa ide yang bisa Anda pikirkan dan kembangkan untuk mengembalikan serunya beradu belai dan peluk dengan suami.

1. Tetap cantik dan menarikAmat sulit untuk mendapatkan seks yang hebat jika Anda tidak merasa seksi. Jadi, salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah memaksimalkan penampilan Anda dan tampil seksi di hadapannya. Caranya, bisa dengan mencari koleksi lingerie yang seksi, mengenakan parfum dengan aroma menggoda, atau ke salon untuk mendapatkan tatanan rambut seksi.

2. Menggoda satu sama lainCoba kirimkan pesan-pesan seksi dan menggoda di sela-sela hari kepada suami untuk membuatnya "bersemangat" bertemu Anda pada malam hari. Biarkan ia membayangkan Anda sedang berbalut pakaian dalam yang baru ia belikan dan apa yang Anda ingin lakukan padanya ketika ia baru sampai di rumah.

3. Siapkan perlengkapanJangan menyepelekan kekuatan sinar temaram dari lilin. Pastikan kamar tidur Anda sudah dalam keadaan seksi dan tak ada mainan si kecil yang mewarnai daerah sekitar. Jangan lupa matikan televisi!

4. Hanya boleh ciumSetuju untuk "puasa" seks selama beberapa waktu dan hanya berfokus pada ciuman dan foreplay. Abstain seks akan berdampak baik untuk mendorong libido Anda.

5. Berikan kejutanSesekali, saat di rumah tak ada siapa pun, tak usah kenakan pakaian dalam dan biarkan ia mengetahuinya.

6. Menonton film erotis bersamaTak harus film porno untuk bisa membuat keadaan seksi. Beberapa film favorit itu misalnya Body Heat, Belle du Jour, Last Tango in Paris, atau Like Water for Chocolate.

7. Mencari posisi baruAda lebih dari 60 posisi berbeda dalam Kama Sutra. Jadi, tak ada alasan untuk tak mencoba posisi baru setidaknya seminggu sekali.

8. Berbagi fantasiSedikit bermain peran bisa jadi sangat menyenangkan dan tak harus terbatas di kamar tidur. Mulailah dengan mencoba bermain peran seperti orang yang baru kenal di restoran saat makan malam bersama.

9. Keluar dari kamarKadang, perubahan lokasi adalah hal yang bisa Anda lakukan untuk mencoba aksi baru. Cobalah untuk melakukan hubungan di luar kamar. Namun, hati-hati, ya, jangan sampai ketahuan orang lain. Jika ide-ide di atas membuat Anda gugup, maka cobalah untuk mulai melakukannya. Hal terbaik mengenai bersama orang yang sudah Anda kenal bertahun-tahun adalah Anda bisa percaya dan merasa aman dengannya secara penuh. Jadi, jangan malu untuk mencoba keluar dari zona nyaman Anda dengannya untuk mencoba hal baru yang sudah disepakati bersama.

Memutihkan Zona Miss V

Area lipatan pangkal paha memang sering kali berwarna lebih gelap dari bagian tubuh yang lainnya. Bagi beberapa orang, kondisi ini sering kali dirasa mengganggu secara penampilan.Ya, warna gelap di lipatan pangkal paha ini bisa terjadi karena berbagai faktor, demikian menurut dokter Erawita Moegni, SpKK, spesialis kulit dari Clinique Suisse-Jakarta. Kondisi yang tidak menyenangkan ini, antara lain, disebabkan faktor hormonal maupun akibat iritasi pada lipatan pangkal paha yang meninggalkan pigmentasi berlebih. Masalah kehitaman pada area lipatan paha ini sering ditemukan pada wanita dengan berat badan berlebih. Resistensi insulin yang kerap terjadi pada wanita dengan berat badan berlebih memicu warna lebih gelap pada area lipatan.Bila kehitaman disebabkan berat badan berlebih, sebaiknya dilakukan diet terlebih dahulu. Setelah berat badan ideal, kemudian dapat dilakukan perawatan pemutihan. Perawatan pemutihan bisa dimulai dengan menggunakan whitening agent berupa krim yang mengandung asam glicolic, arbutin, ataupun hidroquinon. Penggunaan whitening agent biasanya juga dikombinasi dengan krim tretinoin yang bermanfaat untuk meregenerasi sel-sel kulit. Krim-krim ini digunakan 3-4 minggu sebelum perawatan selanjutnya. Selain mengurangi gradasi area intim yang menghitam, juga sebagai pengondisian kulit lipatan. Tujuannya agar area lipatan yang berkulit tipis itu tidak mudah iritasi bila dilakukan perawatan yang sifatnya lebih radikal. Perawatan selanjutnya dengan mikrodermabrasi pada area yang menghitam tersebut. Tentu saja dengan menggunakan tip yang lebih kecil agar fleksibel mencapai area intim yang tersembunyi. Mikrodermabrasi bisa dilakukan 2-3 minggu sekali sembari tetap menggunakan perawatan menggunakan krim."Biasanya mikrodermabrasi dilakukan 4 kali dalam 1 paket perawatan. Setelah selesai 1 paket perawatan, biasanya sudah terlihat hasilnya," ungkap dokter Era. Bila perawatan dirasa masih kurang maksimal, dapat dilakukan mikrodermabrasi lagi sesuai kebutuhan. Namun, bila dirasa sudah cukup, perawatan krim bisa diteruskan hingga beberapa minggu kemudian.Untuk perawatan pranikah, dokter Era menyarankan untuk mempersiapkan perawatan minimum 1-2 bulan sebelum hari H. Walaupun, menurut dokter Era, ini juga belum tentu bisa memberi hasil maksimal."Yang terpenting, upayakan agar berat badan cukup ideal serta tak menggunakan pakaian dalam terlalu ketat ataupun berkaret kencang," pungkas dokter Era mengingatkan.

Sering Berganti Pasangan Seksual, Tanda Hiperseks?

Hubungan seksual memberikan kesenangan bahkan kebahagiaan jika pasangan suami istri (pasutri) saling terpuaskan. Namun, bagaimana jika kejenuhan seksual muncul, apalagi jika pasangan memiliki kecenderungan mencari pengalaman seksual dengan banyak perempuan?Kasus yang menghebohkan dari musisi mirip Ariel dan beberapa teman wanitanya bisa menjadi contoh. Meskipun pemusik tersebut belum memberikan pernyataan resminya, tetapi perilaku pria dalam video tersebut telah dibahas dari berbagai sisi. Beberapa pihak menyikapi kasus ini berbeda. Satu persamaan sikap yang bisa ditarik, perilaku seksual seperti ini tidak bisa didiagnosis begitu saja tanpa ada konsultasi langsung dengan individunya.Psikolog klinis, Lita Gading, menerangkan, untuk menyikapi perilaku seksual seperti pria mirip Ariel tersebut, perlu dilakukan kolaborasi antara psikolog, psikiater, bahkan polisi (terkait motif perekaman, penyebaran video porno, dan unsur eksploitasi). Namun, tegas Lita, diperlukan kemauan dan kesadaran dari si pelaku untuk melakukan konsultasi seksualnya. Lita menilai perilaku seksual dengan banyak pasangan (atas dasar kesenangan dan saling menikmati), direkam, serta dilakukan terus-menerus dan menjadi kebiasaan (melihat kasus Ariel) merupakan modus baru."Perilaku ini tidak bisa langsung dikatakan kelainan seksual atau ekshibisionis. Harus digali lebih dalam masalah pendokumentasian dan untuk siapa dokumentasi dikonsumsi. Kita tidak bisa langsung men-judge," papar Lita kepada Kompas Female beberapa waktu lalu.Lita melihat adanya kecenderungan hiperseks, melihat adanya eksploitasi seksual diri sendiri (pelakunya) dengan beberapa perempuan. Sementara pakar seksologi Prof Dr dr Wimpie Pangkahila, ApAnd FAACS, mengatakan tidak mudah mendiagnosis apakah ada kelainan seksual dari perilaku semacam ini."Perlu konsultasi langsung dengan pelaku untuk mendiagnosis perilaku seksualnya," kata Prof Wimpie pada kesempatan terpisah menambahkan, tidak mudah mengatakan perilaku seksual seperti ini sebagai hiperseks jika tidak mengenal individunya.Menurut Prof Wimpie, individu yang berhubungan seks lalu merekamnya dengan kesepakatan bersama pasangan, kemudian melakukan hal yang sama dengan pasangan yang berbeda, biasanya berangkat dari motif kesenangan dan kepuasan diri. Persoalan merekam hubungan seks, katanya lagi, menjadi pemenuhan fantasi seksualnya dan juga untuk meningkatkan libido jika melihatnya kembali. Keisengan juga bisa melatari pendokumentasian hubungan seksual bersama pasangan.Baik Lita maupun Wimpie memiliki kesamaan pandangan bahwa orang yang menjalani hiperseks pada awalnya tidak menyadarinya. Artinya, perlu pihak lain yang memberitahukan kepadanya. Setidaknya untuk menyadarkan orang dengan hiperseks agar lebih bisa mengontrol dirinya, menyalurkan dorongan seksnya yang tinggi, atau mengatasi kejenuhan seks dengan cara lain.
"Kejenuhan seks dengan pasangan bisa diatasi dengan mengubah penampilan, mengubah variasi rangsangan, posisi, bahkan suasana," jelas Prof Wimpie.