AKIYO CANDY

AKIYO CANDY
STAMINA & VITALITAS

shopping online

shopping online
produk MLM bermutu

Senin, 05 Juli 2010

Gendut akibat Kurang Hormon?

Kegendutan bisa berdampak pada kehidupan seksual, dan ternyata tidak semua kegemukan dapat diatasi dengan mengatur pola makan. Mengapa? Apa kaitannya dengan kekurangan hormon testosteron?
" Suami berumur 38, saya 35 tahun. Kami sudah menikah selama empat tahun dan belum dikaruniai anak. Suami gemuk sekali, jarang bergairah sehingga kami jarang sekali melakukan hubungan intim. Saya pernah membaca bahwa pria yang gemuk akan mengalami masalah seks dan kesuburan.Pertanyaan saya, apakah karena suami gemuk sehingga jarang bergairah dan saya belum juga hamil? Suami sudah mengatur diet, mengurangi makan, tetapi mengapa masih tetap gemuk? Bagaimana meningkatkan gairah seks suami agar kami bisa lebih sering melakukan hubungan intim?” SE, YogyakartaKenali gejalanya Masalah kegemukan dapat menimbulkan akibat yang merugikan dalam banyak aspek kehidupan. Kegemukan bukan hanya masalah estetika dan hambatan gerak saja, tetapi menyangkut kaitan yang lebih jauh dan serius. Kegemukan bukan hanya soal kelebihan berat badan, melainkan terkait dengan penyebab dasarnya. Kalau kegemukan hanya karena pola makan yang salah, mungkin dapat segera diatasi dengan mengubah pola makan, itu pun tidak selalu mudah. Namun, kalau kegemukan berkaitan dengan gangguan atau penyakit tertentu, tentu saja tidak dapat diatasi hanya dengan mengatur pola makan.Salah satu gangguan atau penyakit yang menyebabkan kegemukan ialah kekurangan hormon testosteron. Kalau terjadi kekurangan hormon testosteron, beberapa gejala muncul. Gejala itu, antara lain, terjadi kegemukan terutama di daerah perut, dorongan seksual menurun atau hilang, ereksi terganggu, mudah lelah, kesuburan terganggu, tidak bertenaga, dan kehilangan gairah hidup. Pada dasarnya, berbagai gejala dan keluhan yang muncul akhirnya mengganggu kualitas hidup.Periksa fisik dan laboratoriumMemang tidak semua orang yang kegemukan mengalami gejala atau tanda seperti di atas. Artinya, walaupun sama-sama mengalami kegemukan, tidak semua mengalami gejala atau keluhan yang sama. Kalau penyebabnya bukan karena kekurangan hormon testosteron, tidak semua gejala di atas muncul.Meski suami Anda mengalami kegemukan, belum tentu merasakan gejala di atas. Namun, ternyata ada gejala yang mengarah pada kecurigaan bahwa suami kekurangan hormon testosteron, yaitu dorongan seksual yang lemah sehingga jarang melakukan hubungan seksual, dan Anda belum hamil yang mungkin karena kesuburan suami terganggu. Untuk memastikan, tentu diperlukan pemeriksaan fisik dan laboratorium. Kalau benar terjadi kekurangan hormon testosteron, suami memerlukan pengobatan hormon.Dari hasil pemeriksaan, bisa ditentukan bagaimana kemungkinan hasil pengobatan terhadap kegemukan, dorongan seksual, kesuburan, dan berbagai aspek lain yang berkaitan dengan kualitas hidup. Ada perbedaan hasil pengobatan antara kekurangan hormon testosteron yang terjadi sejak sebelum pubertas, setelah dewasa, dan pada usia lanjut.Saya sarankan suami Anda segera berkonsultasi lebih lanjut untuk menjalani pemeriksaan. @

Menghangatkan Kembali Hubungan Intim

Bukan hal yang aneh ketika sebuah hubungan yang sudah terjalin lama akan mengalami kebosanan akibat rutinitas. Tak sedikit pasangan yang terjebak dalam hal seperti ini dan pada akhirnya terpaksa berpisah. Padahal, salah satu cara yang bisa mendekatkan kembali dan mengembalikan percikan asmara adalah dengan kembali menghangatkan hubungan intim yang mungkin terasa hambar setelah bertahun-tahun tak ada perubahan. Berikut adalah beberapa ide yang bisa Anda pikirkan dan kembangkan untuk mengembalikan serunya beradu belai dan peluk dengan suami.

1. Tetap cantik dan menarikAmat sulit untuk mendapatkan seks yang hebat jika Anda tidak merasa seksi. Jadi, salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah memaksimalkan penampilan Anda dan tampil seksi di hadapannya. Caranya, bisa dengan mencari koleksi lingerie yang seksi, mengenakan parfum dengan aroma menggoda, atau ke salon untuk mendapatkan tatanan rambut seksi.

2. Menggoda satu sama lainCoba kirimkan pesan-pesan seksi dan menggoda di sela-sela hari kepada suami untuk membuatnya "bersemangat" bertemu Anda pada malam hari. Biarkan ia membayangkan Anda sedang berbalut pakaian dalam yang baru ia belikan dan apa yang Anda ingin lakukan padanya ketika ia baru sampai di rumah.

3. Siapkan perlengkapanJangan menyepelekan kekuatan sinar temaram dari lilin. Pastikan kamar tidur Anda sudah dalam keadaan seksi dan tak ada mainan si kecil yang mewarnai daerah sekitar. Jangan lupa matikan televisi!

4. Hanya boleh ciumSetuju untuk "puasa" seks selama beberapa waktu dan hanya berfokus pada ciuman dan foreplay. Abstain seks akan berdampak baik untuk mendorong libido Anda.

5. Berikan kejutanSesekali, saat di rumah tak ada siapa pun, tak usah kenakan pakaian dalam dan biarkan ia mengetahuinya.

6. Menonton film erotis bersamaTak harus film porno untuk bisa membuat keadaan seksi. Beberapa film favorit itu misalnya Body Heat, Belle du Jour, Last Tango in Paris, atau Like Water for Chocolate.

7. Mencari posisi baruAda lebih dari 60 posisi berbeda dalam Kama Sutra. Jadi, tak ada alasan untuk tak mencoba posisi baru setidaknya seminggu sekali.

8. Berbagi fantasiSedikit bermain peran bisa jadi sangat menyenangkan dan tak harus terbatas di kamar tidur. Mulailah dengan mencoba bermain peran seperti orang yang baru kenal di restoran saat makan malam bersama.

9. Keluar dari kamarKadang, perubahan lokasi adalah hal yang bisa Anda lakukan untuk mencoba aksi baru. Cobalah untuk melakukan hubungan di luar kamar. Namun, hati-hati, ya, jangan sampai ketahuan orang lain. Jika ide-ide di atas membuat Anda gugup, maka cobalah untuk mulai melakukannya. Hal terbaik mengenai bersama orang yang sudah Anda kenal bertahun-tahun adalah Anda bisa percaya dan merasa aman dengannya secara penuh. Jadi, jangan malu untuk mencoba keluar dari zona nyaman Anda dengannya untuk mencoba hal baru yang sudah disepakati bersama.

Memutihkan Zona Miss V

Area lipatan pangkal paha memang sering kali berwarna lebih gelap dari bagian tubuh yang lainnya. Bagi beberapa orang, kondisi ini sering kali dirasa mengganggu secara penampilan.Ya, warna gelap di lipatan pangkal paha ini bisa terjadi karena berbagai faktor, demikian menurut dokter Erawita Moegni, SpKK, spesialis kulit dari Clinique Suisse-Jakarta. Kondisi yang tidak menyenangkan ini, antara lain, disebabkan faktor hormonal maupun akibat iritasi pada lipatan pangkal paha yang meninggalkan pigmentasi berlebih. Masalah kehitaman pada area lipatan paha ini sering ditemukan pada wanita dengan berat badan berlebih. Resistensi insulin yang kerap terjadi pada wanita dengan berat badan berlebih memicu warna lebih gelap pada area lipatan.Bila kehitaman disebabkan berat badan berlebih, sebaiknya dilakukan diet terlebih dahulu. Setelah berat badan ideal, kemudian dapat dilakukan perawatan pemutihan. Perawatan pemutihan bisa dimulai dengan menggunakan whitening agent berupa krim yang mengandung asam glicolic, arbutin, ataupun hidroquinon. Penggunaan whitening agent biasanya juga dikombinasi dengan krim tretinoin yang bermanfaat untuk meregenerasi sel-sel kulit. Krim-krim ini digunakan 3-4 minggu sebelum perawatan selanjutnya. Selain mengurangi gradasi area intim yang menghitam, juga sebagai pengondisian kulit lipatan. Tujuannya agar area lipatan yang berkulit tipis itu tidak mudah iritasi bila dilakukan perawatan yang sifatnya lebih radikal. Perawatan selanjutnya dengan mikrodermabrasi pada area yang menghitam tersebut. Tentu saja dengan menggunakan tip yang lebih kecil agar fleksibel mencapai area intim yang tersembunyi. Mikrodermabrasi bisa dilakukan 2-3 minggu sekali sembari tetap menggunakan perawatan menggunakan krim."Biasanya mikrodermabrasi dilakukan 4 kali dalam 1 paket perawatan. Setelah selesai 1 paket perawatan, biasanya sudah terlihat hasilnya," ungkap dokter Era. Bila perawatan dirasa masih kurang maksimal, dapat dilakukan mikrodermabrasi lagi sesuai kebutuhan. Namun, bila dirasa sudah cukup, perawatan krim bisa diteruskan hingga beberapa minggu kemudian.Untuk perawatan pranikah, dokter Era menyarankan untuk mempersiapkan perawatan minimum 1-2 bulan sebelum hari H. Walaupun, menurut dokter Era, ini juga belum tentu bisa memberi hasil maksimal."Yang terpenting, upayakan agar berat badan cukup ideal serta tak menggunakan pakaian dalam terlalu ketat ataupun berkaret kencang," pungkas dokter Era mengingatkan.

Sering Berganti Pasangan Seksual, Tanda Hiperseks?

Hubungan seksual memberikan kesenangan bahkan kebahagiaan jika pasangan suami istri (pasutri) saling terpuaskan. Namun, bagaimana jika kejenuhan seksual muncul, apalagi jika pasangan memiliki kecenderungan mencari pengalaman seksual dengan banyak perempuan?Kasus yang menghebohkan dari musisi mirip Ariel dan beberapa teman wanitanya bisa menjadi contoh. Meskipun pemusik tersebut belum memberikan pernyataan resminya, tetapi perilaku pria dalam video tersebut telah dibahas dari berbagai sisi. Beberapa pihak menyikapi kasus ini berbeda. Satu persamaan sikap yang bisa ditarik, perilaku seksual seperti ini tidak bisa didiagnosis begitu saja tanpa ada konsultasi langsung dengan individunya.Psikolog klinis, Lita Gading, menerangkan, untuk menyikapi perilaku seksual seperti pria mirip Ariel tersebut, perlu dilakukan kolaborasi antara psikolog, psikiater, bahkan polisi (terkait motif perekaman, penyebaran video porno, dan unsur eksploitasi). Namun, tegas Lita, diperlukan kemauan dan kesadaran dari si pelaku untuk melakukan konsultasi seksualnya. Lita menilai perilaku seksual dengan banyak pasangan (atas dasar kesenangan dan saling menikmati), direkam, serta dilakukan terus-menerus dan menjadi kebiasaan (melihat kasus Ariel) merupakan modus baru."Perilaku ini tidak bisa langsung dikatakan kelainan seksual atau ekshibisionis. Harus digali lebih dalam masalah pendokumentasian dan untuk siapa dokumentasi dikonsumsi. Kita tidak bisa langsung men-judge," papar Lita kepada Kompas Female beberapa waktu lalu.Lita melihat adanya kecenderungan hiperseks, melihat adanya eksploitasi seksual diri sendiri (pelakunya) dengan beberapa perempuan. Sementara pakar seksologi Prof Dr dr Wimpie Pangkahila, ApAnd FAACS, mengatakan tidak mudah mendiagnosis apakah ada kelainan seksual dari perilaku semacam ini."Perlu konsultasi langsung dengan pelaku untuk mendiagnosis perilaku seksualnya," kata Prof Wimpie pada kesempatan terpisah menambahkan, tidak mudah mengatakan perilaku seksual seperti ini sebagai hiperseks jika tidak mengenal individunya.Menurut Prof Wimpie, individu yang berhubungan seks lalu merekamnya dengan kesepakatan bersama pasangan, kemudian melakukan hal yang sama dengan pasangan yang berbeda, biasanya berangkat dari motif kesenangan dan kepuasan diri. Persoalan merekam hubungan seks, katanya lagi, menjadi pemenuhan fantasi seksualnya dan juga untuk meningkatkan libido jika melihatnya kembali. Keisengan juga bisa melatari pendokumentasian hubungan seksual bersama pasangan.Baik Lita maupun Wimpie memiliki kesamaan pandangan bahwa orang yang menjalani hiperseks pada awalnya tidak menyadarinya. Artinya, perlu pihak lain yang memberitahukan kepadanya. Setidaknya untuk menyadarkan orang dengan hiperseks agar lebih bisa mengontrol dirinya, menyalurkan dorongan seksnya yang tinggi, atau mengatasi kejenuhan seks dengan cara lain.
"Kejenuhan seks dengan pasangan bisa diatasi dengan mengubah penampilan, mengubah variasi rangsangan, posisi, bahkan suasana," jelas Prof Wimpie.

10 Kejutan dari Seks Rutin

Tahukah Anda, hubungan seks secara rutin dengan pasangan resmi memiliki manfaat mengejutkan yang tak pernah Anda bayangkan? Berbagai penelitian ilmiah mengungkapkan, hasrat untuk berhubungan intim sebenarnya sudah mampu menjadi energi positif yang mendorong naiknya sistem kekebalan tubuh. Joy Davidson, Ph.D, psikolog dan sex therapist dari New York, Amerika Serikat, menyatakan banyak orang kaget saat tahu manfaat yang bisa didapat dari hubungan seks yang rutin dilakukan. Kenyataannya, meski seks sudah banyak dibicarakan di berbagai media, banyak orang masih menganggap, membicarakan seks itu “memalukan”. Soal manfaat seks juga telah banyak diungkap, meski sebagian orang masih menganggapnya sebatas anekdot, padahal itu adalah kenyataan. Berikut ini 10 manfaat seks yang mungkin mengejutkan Anda:

1. Seks membebaskan stresManfaat terbesar dalam hubung¬an seks adalah menurun¬kan tekanan darah dan meredam stres. Penelitian di Skotlandia, seperti dilaporkan jurnal Biological Psychology awal tahun ini, melibatkan 24 wanita dan 22 pria. Mereka mengaku melakukan hubungan seks rutin, minimal seminggu sekali. Hasilnya, ditemukan adanya kecenderungan tekanan darah yang relatif stabil pada pria maupun wanita responden. Hal ini diakui merupakan bagian dari pengaruh aktivitas hubungan seks bersama pasangan masing-masing.

2. Seks meningkatkan daya tahanAktivitas seks rutin satu atau dua kali seminggu berhubungan erat dengan peningkatan daya tahan tubuh, terutama antibodi imunoglobulin A atau IgA. Antibodi ini yang melindungi tubuh dari pengaruh perubahan cuaca dan infeksi. Para ilmuwan dari Wilkes University, Pennsylvania, AS, mengambil contoh air liur 112 orang yang melakukan aktivitas seks seminggu atau dua minggu sekali. Hasilnya, mereka yang rutin melakukan aktivitas seks seminggu sekali atau lebih, memiliki antibodi lebih tinggi dibandingkan dengan yang hanya melakukannya dua minggu sekali.

3. Seks membakar kalori Aktivitas seks selama 30 menit diyakini mampu membakar lebih dari 85 kalori. Sepertinya tidak terlalu banyak, tetapi jika dilakukan selama 42 jam (total), yang terbakar sekitar 3.570 kalori, lebih dari cukup untuk mengurangi berat badan sekitar setengah kilogram. Tak heran, Patti Britton, Ph.D, seksolog asal Los Angeles dan President of the American Association of Sexuality Educators and Therapist menyatakan bahwa seks itu model latihan yang luar biasa karena sangat bagus dari sudut pandang jasmani dan rohani.

4. Seks meningkatkan kesehatan jantung Banyak pria berusia di atas 50 tahun merasa takut berhubungan seks karena berpikir aktivitas tersebut dapat meningkatkan risiko stroke. Namun, para peneliti dari Inggris, seperti dipublikasikan dalam Journal of Epidemiology and Community Health, yang melakukan riset terhadap 914 pria selama 20 tahun dengan gangguan stroke, justru menemukan fakta lain. Aktivitas seks yang rutin setidaknya dua kali seminggu mampu menekan risiko serangan jantung fatal.

5. Seks meningkatkan kepercayaan diriTahukah Anda, satu dari 237 alasan orang melakukan aktivitas seks adalah untuk meningkatkan rasa percaya diri. Kenyataan itulah yang diungkap peneliti dari University of Texas, AS, seperti dipublikasikan dalam Archives of Sexual Behavior. Kenyataan itu juga didukung Gina Ogden, Ph.D, sex therapist serta konsultan keluarga dan perkawinan asal Cambridge, Inggris. Menurutnya, banyak orang beralasan aktivitas seks dapat meningkatkan rasa percaya diri dan perasaan nyaman. “Seks yang bagus dimulai dari rasa percaya diri, demikian juga sebaliknya. Tentu saja hubungan seks yang dilandasi rasa cinta, kasih sayang, dan suasana harmonis akan mendatangkan rasa percaya diri dan nyaman itu,” ungkapnya.

6. Seks meningkatkan keakrabanSeks dan orgasme dapat meningkatkan hormon oksitosin disebut juga hormon cinta, yang membantu menumbuhkan rasa saling percaya. Peneliti dari Pittsburgh University dan North Carolina University, AS, mengevaluasi 59 wanita pra menoupouse sebelum dan sesudah melakukan foreplay (pemanasan) bersama suaminya yang diakhiri dengan pelukan. Mereka mengaku menemukan kedekatan, dan kadar hormon oksitosin juga meningkat tajam.Kadar okstosin yang tinggi berhubungan erat dengan perasaan nyaman. Jika Anda tiba-tiba merasa lebih nyaman dengan pasangan Anda, bisa jadi itu karena pengaruh hormon cinta.

7. Seks mengurangi rasa sakitKetika hormon oksitosin meningkat, hormon endorfin juga naik dan dapat mengurangi rasa nyeri seperti sakit kepala, artritis, maupun keluhan yang berhubungan dengan gejala datang bulan (PMS). Sebuah studi dalam Bulletin of Experimental Biology and Medicine menguji manfaat itu dengan melibatkan 48 sukarelawan untuk menghirup hormon oksitosin. Hasilnya, mereka menyatakan rasa sakit yang diderita berkurang setengahnya.

8. Seks mengurangi risiko kanker prostatEjakulasi yang rutin, terutama pada pria berusia 20-an tahun, kemungkinan dapat mengurangi risiko kanker prostat selama hidupnya, seperti dilaporkan peneliti asal Australia dalam British Journal of Urology International. Meski demikian, ketika tim ahli melakukan pemeriksaan terhadap pria dengan masalah prostat maupun tidak, yang berusia 30 hingga 50-an, ternyata risiko kanker prostat tidak ada hubungannya dengan rutinitas ejakulasi. Kenyataan itu cuma berpengaruh terhadap mereka yang berusia 20-an tahun dengan rata-rata ejakulasi lima kali atau lebih dalam seminggu, dan tidak signifikan pada kelompok berusia 30-an ke atas.Studi lain, seperti dilaporkan dalam Journal of the American Medical Association menungkapkan, ejakulasi 21 kali atau lebih dalam sebulan dapat mengurangi risiko kanker prostat saat usia mulai menua daripada yang hanya ejakulasi empat sampai tujuh kali per bulan!

9. Seks memperkuat tulang panggul Selama ini wanita lebih mengenal latihan kegel untuk meningkatkan kualitas kemampuan seksnya. Latihan ini juga dipercaya mengurangi risiko inkontinesia (susah mengontrol buang air kecil) saat usia mulai menua. Beberapa peneliti justru mengungkapkan bahwa aktivitas seks yang rutin bagi wanita ternyata bermanfaat hampir sama dengan latihan kegel. Aktivitas seks rutin bahkan memiliki manfaat lebih, yakni membantu memperkuat tulang pinggul, seperti latihan menahan kencing.

10. Seks membuat tidur berkualitasJika Anda ingin menikmati kualitas tidur yang baik, jangan pernah malas berhubungan seks sebelum tidur. Menurut penelitian, saat berhubungan seks, kadar hormon oksitosin akan terlepas bersamaan dengan orgasme. Hal ini akan membantu tidur Anda jadi lebih nyenyak. Cukup tidur berarti baik bagi kesehatan, misalnya untuk menjaga kestabilan berat badan dan tekanan darah. Perasaan nyaman akibat keluarnya hormon oksitosin saat berhubungan seks juga memengaruhi tekanan darah, sehingga orang jadi lebih tenang dan bisa tidur pulas.

Kekaguman Fisik Bikin Perempuan Lepas Kontrol

Mengagumi lawan jenis secara berlebihan, terutama karena fisik, bisa membutakan perempuan. Gairah seksual tinggi dibarengi perasaan cinta yang meluap-luap bisa membuat perempuan hanyut dalam perasaan tersebut, dan akhirnya kehilangan akal sehatnya.Itulah awalnya, mengapa perempuan sulit menolak ketika pasangannya mendesak untuk melakukan hubungan seksual, bahkan merekam adegan tersebut seperti yang terlihat pada video porno dengan bintang mirip Ariel dan Cut Tari.Setiap individu memiliki libido yang berbeda. Bagi sebagian perempuan, libido yang tinggi jika dibarengi kekaguman atau mengidolakan lelaki secara berlebihan akan mengarah pada perilaku seksual negatif.Psikolog klinis, Lita Gading, menjelaskan, individu yang mengagumi seseorang akan menganggap idolanya tersebut selalu baik. Perempuan (melihat kasus video mirip Luna Maya dan Cut Tari) bahkan bersedia melakukan apa saja dengan sang idola untuk kesenangan atau bahkan iseng dengan merekam kegiatan seksual tanpa berpikir lebih jauh mengenai dampak negatif dari perbuatan itu. "Terlalu mengidolakan itu berbahaya karena sesuatu selalu terlihat manis. Perempuan merasa bangga jika melakukan (hubungan seksual) dengan sosok yang diidolakannya," kata Lita kepada Kompas Female, Selasa (8/6/2010). Tentu saja, kata Lita, tak hanya dorongan seks tinggi yang membentuk perilaku semacam ini. Perilaku seks untuk tujuan kepuasan dan kesenangan semata (dengan idola) juga dipengaruhi faktor lain. Misalnya trauma masa lalu karena pernah disakiti, merasa tidak berguna, tidak percaya diri, atau ketidakpuasan dalam hidup. Faktor itu kemudian mendorong seseorang dengan libido tinggi untuk mencari pelampiasan dengan hubungan seksual. Sikap mengidolakan yang berlebihan kepada seseorang, siapa pun itu (tidak harus melibatkan artis), membuat perempuan atau lelaki merasa hebat dan terpuaskan."Perilaku ini bisa terjadi pada siapa saja. Yang diperlukan adalah self control yang kuat. Berpikir lebih panjang tentang dampak dari perbuatan apa pun yang dilakukan," tutur Lita.

Bibir Kelamin Tidak Normal?

Gadis ini sudah pernah membatalkan perkawinannya dan sekarang ragu-ragu lagi untuk menikah, hanya karena ia melihat bentuk bibir kelaminnya berbeda dengan teman. Betulkah karena ia sering masturbasi? Perlukah ia melakukan pengobatan membesarkan bibir kelamin?“Saya seorang gadis berumur 25 tahun, rencana mau menikah. Namun, saya sangat takut karena merasa kelamin saya tidak normal. Tiga tahun lalu saya tidak jadi menikah dengan pacar yang dulu karena ketakutan saya juga. Ketakutan ini karena saya melihat bentuk bibir kelamin tidak cembung, tetapi hanya datar. Saya pernah mandi bersama teman, dan saya perhatikan bibir kelaminnya cembung. Mengapa bibir kelamin saya tidak cembung, tetapi lebih datar? Saya juga pernah nonton VCD porno, saya lihat bibir kelamin yang cembung.Saya dulu sering melakukan masturbasi dengan menyemprotkan air dari shower sampai orgasme. Perbuatan itu saya lakukan sejak di SMP sampai sekarang, walaupun sudah jarang. Apakah karena perbuatan itu bibir kelamin saya tidak cembung? Bagaimana caranya agar bibir kelamin bisa lebih cembung? Saya pernah membaca iklan obat tradisional yang dapat membesarkan bibir kelamin. Terus terang, saya takut suami tahu lalu kecewa dan menyangka saya sudah sering melakukan hubungan seks. Padahal, saya belum penah melakukan hubungan seks sama sekali, hanya masturbasi.” K.R., Solo Tidak Beralasan Saya pikir ketakutan Anda tidak beralasan, kalau hanya karena bibir kelamin yang tidak sama dengan orang lain. Sama halnya dengan bagian tubuh Anda yang lain, yang pasti tidak selalu sama dengan orang lain. Sebut saja hidung Anda, bibir Anda, dan payudara Anda. Apakah Anda akan mempermasalahkannya, lalu ingin juga seperti bentuk bagian tubuh orang lain? Saya tidak tahu mengapa Anda sampai mempermasalahkan bentuk bibir kelamin yang Anda anggap tidak cembung itu. Apalagi sampai dihubungkan dengan kemungkinan reaksi suami yang sampai kecewa dan menyangka Anda telah melakukan hubungan seksual. Apakah mungkin Anda pernah menerima informasi yang salah tentang bentuk bibir kelamin? Sungguh tidak ada alasan kalau sampai suami kecewa hanya karena bentuk bibir kelamin yang tidak cembung, apalagi sampai menuduh Anda telah melakukan hubungan seksual sebelumnya. Saya yakin suami Anda kelak tidak akan sampai sedungu itu. Sungguh, ketakutan Anda sangat berlebihan dan tidak berdasar. Siapkan Diri SajaKeinginan membuat bibir kelamin menjadi lebih cembung saya pikir terlalu mengada-ada, apalagi dikaitkan dengan ketakutan suami menjadi kecewa. Keinginan dan ketakutan ini secara tidak langsung merupakan reaksi sebagian perempuan dalam memosisikan dirinya sebagai objek seksual pria. Tidak ada obat yang dapat membuat bibir kelamin menjadi lebih cembung, terlebih memakai cara tradisional.Dugaan Anda yang mengaitkan bentuk bibir kelamin dengan masturbasi yang sering Anda lakukan, juga tidak berdasar sama sekali. Masturbasi tidak memengaruhi anatomi kelamin. Jadi dugaan Anda salah sama sekali, bahkan justru semakin mengakibatkan kebingungan Anda. Saya harap Anda dapat melenyapkan ketakutan yang tidak berdasar sama sekali itu. Lebih baik siapkan diri menghadapi pernikahan yang telah Anda rencanakan itu. Kalau Anda ingin lebih yakin, silakan periksakan diri kepada dokter. Dengan pemeriksaan dapat diketahui apakah bibir kelamin Anda normal atau tidak.